Berita Lain
-
Senin, 27/06/2005 11:15 WIB
Monster Inc. Menggiurkan untuk Dibeli -
Senin, 27/06/2005 09:10 WIB
Symantec Direstui Merger dengan Veritas -
Jumat, 24/06/2005 16:53 WIB
IBM Buka Lowongan Setelah Mem-PHK Ribuan Karyawan -
Jumat, 24/06/2005 14:58 WIB
Donor 'Ngambek'
Proyek TI di Aceh Bisa Ganti Haluan -
Jumat, 24/06/2005 12:20 WIB
Industri Software Kebakaran Jenggot
Download Ilegal Makin Membumi
Indeks Berita
Sabtu, 07/05/2005 12:17 WIB
'Robin Hood' Software Masuk Bui
Iin Wirdania Anwar - detikinet
Empat orang asal Inggris tertangkap Jumat (6/5/2005) karena keterlibatannya dalam pencurian software dari perusahaan-perusahaan besar, untuk kemudian digratiskan secara online.
Oleh para penuntut, mereka dijuluki 'orang-orang menyedihkan'. Pasalnya, mereka menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer dan tidak menghasilkan apa-apa kecuali membuat rugi perusahaan besar seperti Microsoft.
Keempat penjahat software itu disinyalir sebagai 'pemain kunci' dalam sebuah rantai perdagangan internasional yang menjual piranti lunak bajakan secara online. Perkumpulan itu bernama DrinkorDie (DoD), dan terdiri dari para eksekutif korporat, administrator universitas dan manajer-manajer IT. Kabarnya DoD termasuk salah satu mafia bisnis yang paling sulit dilacak sedunia.
Perkumpulan mafia teknokrat itu memungkinkan para penjelajah internet untuk men-download software baru secara cuma-cuma, bahkan sebelum barangnya dipasarkan. Salah satu contoh, sistem operasi Windows 95 yang sudah bisa diakses dua minggu sebelum peluncurannya.
Di pengadilan, DoD disamakan dengan legenda 'Robin Hood'. "Mereka pikir dirinya adalah Robin Hood atau bajak laut. Yang mengambil harta berlebih dari orang-orang kaya untuk membantu kaum lemah," tandas jaksa penuntut Bruce Houlder seperti dilansir Reuters, dan dikutip detikinet Sabtu (7/5/2005).
Tindakan penangkapan keempat orang tersebut membawa dampak yang lebih jauh untuk kelangsungan kerjasama Amerika Serikat dan Inggris untuk memerangi aksi pembajakan di dunia maya. Sampai saat ini terdapat 70 tersangka di 12 negara yang sudah ditahan.
"Aktivitas yang mereka jalankan telah mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit buat perusahaan. Dari segi materi, jutaan. Belum lagi ancaman kehilangan pekerjaan untuk rekan-rekan mereka sendiri. Motivasi mereka bukan laba. Lebih kepada rasa benci terhadap industri software dan ingin mendapat pujian sebagai orang yang pertama kali menjual program gratis," Houlder menambahkan.
Keempat orang tersebut dijatuhi hukuman yang berbeda-beda. Alex Bell (29 tahun), seorang bankir di London, dijatuhi hukuman 2,5 tahun. Rekannya, Steven Dowd (39) dihukum 2 tahun. Dua orang sisanya, Mark Vent (31) seorang administrator jaringan komputer dan Andrew Eardley (35), manajer sistem komputer, akan masuk bui selama 18 tahun. Robin Hood masa kini? ( wsh )
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
