- Tips Menghapus Virus Tanp... pclinux
- ini PE... hemlet
- ada yang tahu ga teknik m... gafur2008
- Bingung Deh Bro...Sebetul... irsanarietiaz
- PCMAV = virus kah?... The Handsome
- BIKIN virus mudah?! di ja... deihororo
Berita Lain
-
Selasa, 30/09/2008 11:24 WIB
Kaspersky Raih Nilai Tertinggi untuk Uji Deteksi Malware -
Jumat, 26/09/2008 14:07 WIB
Soal Keamanan, Pengguna BlackBerry Ceroboh -
Kamis, 25/09/2008 16:25 WIB
Virus Negeri Panda Dominasi Serangan di Indonesia -
Rabu, 24/09/2008 09:59 WIB
Pembuat Virus Incar Situs Populer -
Selasa, 23/09/2008 17:31 WIB
Symantec Lebih Pede dengan Norton 2009 -
Selasa, 23/09/2008 16:34 WIB
Norton 2009, Banyak Perbaikan dan Lebih 'Enteng'
Indeks Berita
Minggu, 18/03/2007 18:53 WIB
Pembobolan Situs Marak, CERT Indonesia Mangkrak
Ni Ketut Susrini - detikinet

I Made Wiryana (rou/inet)
Selama ini, tim CERT yang ada di Indonesia -- bernama Indonesia Computer Emergency Response Team (ID-CERT) -- masih bersifat sukarela dan terbatas, serta terlalu general.
Made Wiryana, anggota tim teknis situs www.presidensby.info mengungkapkan hal tersebut saat berbincang dengan detikINET, Minggu (18/3/2007).
Menurutnya, untuk kasus seperti phising, defacing dan infeksi virus sebaiknya ditangani tim CERT, yang juga bertugas melakukan edukasi pada masyarakat.
Disampaikan Made, sukarelawan di ID CERT masih sangat terbatas. "Mungkin karena personalnya sibuk-sibuk atau karena pihak lain belum bergabung," paparnya.
Sebagai perbandingan, Made memaparkan bahwa tim CERT di negara maju memang bersifat sukarela, namun tetap profesional. "Artinya para anggota tim bersedia bergabung secara sukarela tidak sebatas karena mereka ditugaskan saja, tapi karena memang mereka suka. Tapi meskipun volounteer (sukarelawan) mereka digaji juga," Made bertutur.
Made juga bercerita, tim CERT di Jerman misalnya, ada yang tujuannya untuk masyarakat luas, badan pemerintah, serta ada yang khusus untuk kalangan bisnis.
Untuk itu, Made menyarankan agar tim ID CERT lebih terbuka dan secara aktif menarik komunitas dan sukarelawannya. "Jadi bukan saja menunggu yang mau jadi volounteer," ujarnya.
Made juga mengusulkan agar pemerintah membentuk CERT yang khusus menangani situs-situs pemerintah dan urusan di badan pemerintah.
Bagaimana dengan peran Polisi? "Polisi akan bertindak setelah kita melaporkan. Kalau memang ingin dimajukan jadi kasus ke Polisi, baru Polisi dilibatkan. Jadi Polisi akan bekerjasama dengan CERT," kata Made.
Tapi sebelumnya untuk kasus pembobolan situs atau kejahatan cyber lainnya, Made menjelaskan bahwa penanganan tahap pertama adalah dengan CERT. "Nanti CERT yang akan kerjasama dengan badan-badan dan pihak yang bersangkutan," ujarnya.
Menurut Made, agar bisa profesional tapi tetap bersifat sukarela, CERT harus bisa bekerjasama dengan organisasi yang mau mensponsori personal yang terlibat. ( nks / nks )
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
