- Non Aktifkan NSP flexi... agustinus_berlian
- [Ask] Ngaktitifin 3G simp... medanblogger
- Sms Gratis Telkomsel Heba... bowang
- Kupas Habis TELKOMSEL... sayamonic
- Cs Online Telkomsel S***k... network535
- tarif telkomsel mahal... neo-zep
Berita Lain
-
Senin, 06/10/2008 16:48 WIB
Telkomsel Pangkas Tarif Telepon Kartu As -
Senin, 06/10/2008 11:23 WIB
Bisnis Mobile-8 Anjlok di Paruh Awal 2008 -
Senin, 06/10/2008 07:29 WIB
SMS Tak Lagi Jadi Primadona Lebaran -
Rabu, 01/10/2008 11:21 WIB
Mudik Bareng XL Lepas 2400 Mitra Penjualan -
Selasa, 30/09/2008 10:31 WIB
Indosat Lepas 1600 Pemudik via Bus dan Motor -
Sabtu, 27/09/2008 15:14 WIB
Akhir 2008, Pengguna Ponsel Dunia Capai 4 Miliar
Indeks Berita
Senin, 14/01/2008 12:42 WIB
Demi Tarif Murah, Palapa Ring Minta Diskon
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

ilustrasi (diolah/inet/ist.)
Menurut Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto, permintaan tersebut akan disampaikan pihak konsorsium saat bertemu dengan menteri pada akhir Januari 2008 ini.
"Setelah dihitung-hitung, kalau biaya investasi dan operasionalnya bisa dikurangi maka ujung-ujungnya tarif yang akan ditawarkan juga bisa jauh lebih murah," ujarnya ketika dihubungi detikINET, Senin (14/1/2008).
Palapa Ring sendiri merupakan megaproyek pemerintah dalam membangun infrastruktur serat optik bawah laut dan tanah sepanjang 10.000 km sebagai tulang punggung (backbone) jaringan internasional di kawasan timur Indonesia.
Proyek pembangunan kabel yang diperkirakan memakan biaya US$ 225 juta tersebut akan digarap oleh konsorsium enam perusahaan, yakni: Telkom, Indosat, Excelcomindo Pratama, Powertek Utama Internusa, Infokom Elektrindo, dan Bakrie Telecom.
Sementara, Juru Bicara Konsorsium Palapa Ring Rakhmat Junaidi memperkirakan pajak yang akan dikenakan untuk bea masuk perangkat berkisar 20% hingga 25% dari nilai proyek atau sekitar US$ 50 juta.
"Kalau unsur pajak bisa dibebaskan, atau setidaknya diminimalisir, pembangunan fiber optic tentunya juga bisa lebih luas lagi," tandas Rakhmat yang juga menjabat sebagai Direktur Layanan Korporasi Bakrie Telecom.
Segera setelah membahas pengurangan pajak dengan menteri, lanjutnya, konsorsium akan segera membuat surat permintaan penawaran (Request for Proposal/RFP) dari para vendor trunkey kabel serat optik bawah laut untuk mengikuti proses pratender pada pertengahan Februari 2008. ( rou / rou )
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga:
Klik di sini:
Informasi :
-. pemasangan webtorial dan iklan : iklan[at]detikinet.com.-. redaksional dan aktifitas offline : redaksi[at]detikinet.com
